Sabtu, 18 Mei 2013

SHARING JOY ALA MADAGASCAR SCOUT


Assalamualaikum wr.wrb. Apa kareba? Baji-baji, ji?
Seperti biasa terbangun di tengah malam dan sudah menjadi kebiasaan ngelindur memanggil  di sela tidur sampai terbangun sendiri. Sudah Subuh saudara-saudara. Saya tidak tahu bagaimana menghadapi hari esok (hari ini) karena saya merasa sangat lelah akhir-akhir ini. Namun, saya harus semangat!

Lalu apa cerita yang saya bisa bagi kepada kalian hari yang cukup ergghh ini? Yups, saya akan bercerita tentang indahnya berbagi ala Hobisoa Raininoromessengers of peace dari Madagaskar, negara bagian Afrika (pulaunya terletak di sebelah timur Afrika, kalau tidak salah). Sebelum saya menceritakan kepada kalian, saya hanya ingin berkata bahwa saya sangat bangga pada teman saya yang satu ini, Hobi ( dieja Ubi). Dia benar-benar membawa pesan perdamaian dari kegiatan ISPC 2013 kemarin ke negaranya sendiri, Madagaskar, negara yang notabene masih negara berkembang (jika kalian tahu Afrika itu seperti apa). 

Saya mengatakan di facebook saya ,"It is so great when I find my friend bring her messenger of peace to her country, so Inspirative, keep inspiring HobiSoa Raininoro "

Bagaimana cara dia dan kelompok pramukanya untuk mewujudkan cinta damai di daerah mereka? Lets we see together and here we go.

Topik utama acara ini adalah Sharing Joy (Berbagi Kebahagiaan). Acara ini dilaksanakan dalam rangka ulang tahun pramuka negara Madagaskar setiap bulan Mei (FYI, minggu depan akan ada cultural performance yang merupakan kelanjutan perayaan ulang tahun pramuka di sana). Hobi dan teman-teman pramukanya yang berasal dari daerah Antanarivo Afovoany, yang merupakan ibukota Madagaskar, mempersiapkan segalanya secara matang jauh-jauh hari untuk mengadakan kegiatan ini. 

Apakah kegiatan itu?

Intinya sama seperti kita, yaitu makan siang bersama dengan orang-orang yang membutuhkan. Biasa sekali sepertinya, tetapi kalau kalian benar-benar melakukannya sepenuh hati, ada  percikan kebahagiaan di hati kalian yang membuat berbeda (saya merasa ikut senang). Makan besar ini menurut saya cukup unik, kebanyakan yang hadir ibu-ibu dan anak-anak. Jumlah peserta yang datang lebih dari 500 orang penduduk Antanarivo Afovoany. Mereka semua berkumpul bersama kawan pramuka di lapangan upacara yang luas di salah satu sekolah di sana (saya rasa).

Pertama, masing-masing pramuka muda di sana mempunyai tugas mencari orang-orang yang membutuhkan (needy people) di sekitar rumah mereka, mencari tahu, dan mengajak mereka untuk datang ke acara tersebut. Uniknya lagi, anak-anak di sana sangat antusias dengan acara tersebut. Acara ini bisa dibilang sederhana tetapi ngena. Keunikan yang lain adalah para panitianya memasak sendiri makanan yang akan dimakan bersama di meja makan. Mereka memasak sendiri dari nasinya, daging dan sayurnya menggunakan tungku (kayu dan api). Unik, bukan?  

Acara di sana tidak hanya makan siang bersama saja, banyak kegiatan yang diikuti anak-anak di sana. Seperti biasa, pada awal acara ada upacara dan memperdengarkan instruksi untuk acara tersebut demi kelancaran kegiatan. Lalu diikuti kegiatan selanjutnya, seperti menyapu lingkungan bersama-sama, mengambil dan membuang sampah, menyiram taman, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan hidup. Panitianya pastinya sebagian memasak untuk makan siangnya.

Selain itu ada performance atau penampilan dari anak-anak pramuka di sana ataupun dari orang-orang di sana untuk menghibur tamu yang mereka undang. Ada sebuah panggung sederhana yang cukup untuk menampilkan penampilan dari tarian dan nyanyian. 

Sepertinya asyik sekali. Makanan selesai dimasak dan siap dihidangkan di meja. Anak-anak terlebih dahulu diajarkan cara mencuci tangan yang baik. Hal ini sengaja menjadi bagian acara agar menumbuhkan budaya bersih, yaitu mencuci tangan sebelum makan. Saya akan memperlihatkan bagaimana cara panitia mengajarkan cara ini, kamu pasti kaget. 

Setelah mencuci tangan, anak-anak diajarkan mengantri makanan, mengambil piring berjalan beruntun untuk mengambil makanan. Sampai di meja makan di tengah lapangan beralaskan koran di atas meja, mereka berdoa dan makan bersama. Suasana kekeluargaan sangat terasa sampai di sini. I can feel it truly. 

Setelah makan, ada beberapa macam permainan (games) dan menggambar (melukis) gambar "senyuman" di atas kain putih panjang sebagai bentuk luapan emosi kebahagiaan pada acara tersebut. Melukis senyuman itu bisa menjaga kondisi psikis masyarkat di situ, terlebih anak-anak, untuk tetap semangat dan tersenyum dalam kondisi apapun. Melukis senyuman membangkitkan rasa senang di hari-hari mereka selanjutnya. Melukis senyuman artinya berbagi senyuman dengan orang lain. Saya mengenal Hobi, dia ini termasuk orang yang ramah dan murah senyum.

Bagaimana acara ini berlangsung, dananya? Hobi hanya mengatakan, pramuka di sana cukup mandiri (tanpa campur tangan pemerintah). Setiap waktu panitia dan pramuka di sana mencari dana, ada yang membantu juga (donatur mungkin), atau bekerja sehingga mereka mendapatkan dananya. Mereka tidak mengandalkan sponshor, benar-benar dari usaha mereka. Apapun usaha mereka, saya cukup salut untuk mereka yang mau menyisihkan waktu mereka untuk membantu sesamanya. Dua jempol (y).

Ini segelintir cerita indah dari negeri seberang. Mereka saja yang kalian tahu Afrika seperti apa, bisa saling membantu dan berbagi, bagaimana kita? sebagai negara penghasil beras, kita mampu berbagi, saya yakin. Kita negara agraris coy sekaligus negara maritim, apa sih yang kita gak punya?

Mungkin kegiatan ini biasa bagi kalian, membagi-bagikan makanan untuk orang yang tidak mampu. Namun, ada hal yang berbeda, sobat. Bisa saja, kita membeli makanan dan langsung membagikannya. Namun mereka menyesuaikan kondisi mereka sendiri. Mereka dengan jumlah yang sedikit, memasak bersama dan makan bersama makanan mereka dengan orang lain. Mereka menyisipkan hal-hal kecil dan sederhana di setiap kegiatan mereka yang berguna untuk keberlangsungan kesejahteraan di daerah tersebut, seperti budaya bersih, budaya menghormati orang lain, budaya sabar,serta budaya saling membantu. 

Bisa kalian bayangkan, memasak sendiri untuk 500 orang? Butuh ekstra kekompakan disana. Hobi hanya berkata, "When we want it, we can!!" Semoga acara ini terus berlanjut dan semakin berkembang. 

Saya senang dan bangga bisa berbagi cerita ini pada anak-anak pramuka di Indonesia, semoga bisa menjadi salah satu ide yang bisa kamu terapkan di daerah kalian. Jika satu orang dan 20 orang pramuka lainnya melaksanakan kegiatan di daerah mereka, lalu mereka menceritakan kembali ide ini pada 20 orang lainnya, dan orang-orang ini kembali bercerita, maka kalian bisa bayangkan, sobat, seluruh Indonesia akan tersenyum. Ingin mencoba?

Hobi said,"Thank to you to share this story, It is great project and I really believe scouting can change the world, so if you can tell this story to your group, it would expand!"

Terima kasih karena telah menceritakan proyek ini, saya percaya pramuka mampu mengubah dunia menjadi lebih baik, dan jika kamu ceritakan ini kepada kelompok pramukamu, ide ini akan berkembang terus.

Foto di bawah ini saya upload dari facebook Hobisoa

HOBI sedang melukis senyuman

mencuci tangan sebelum makan

Hiburan

makan.Horay!

Lucunya anak ini :)

antri :)

masak daging

paduan suara anak-anak

pengarahan







messengers of peace



salam messenger of peace



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar